Selasa, 28 Juni 2011

pacaran

FUNGSI PACARAN

Hampir sebagian orang dewasa yang kini telah berumah tangga, sebelumnya pernah melakukan pacaran dengan pasangan hidupnya. Masa pacaran sebagai masa yang unik dan menarik untuk dikaji secara proporsional dalam studi perlembangan. Para ahli berusaha memperoleh gambaran yang ilmiah dalam penelitian empirisnyam di antaranya ialah Paul dan White (dalam Santrock, 1998). Menurut Paul dan White, ahli psikologi perkembangan remaja, menyatakan ada 8 fungsi pacaran yaitu sebagai berikut:

a. Pacaran sebagai masa rekreasi
Karena remaja memperoleh pengalaman yang menyenangkan, karena remaja memperoleh pengalaman baru untuk belajar menempuh kehidupan bersama dengan seorang yang dikasihi, disayangi, atau dicintainya. Kehadiran orang yang dicintai akan membangkitkan semangat hidup. Sebaliknya, ketidak hadirannya cenderung membuat seorang individu tidak bergairah atau tidak bersemangat. Itulah sebabnya, seorang remaja yang sedang berpacaran selalu merasa rindu mengharapkan kehadiran orang yang dicintainya.

b. Pacaran sebagai sumber status dan prestasi
Mempunyai atau memperoleh seorang pacar, berarti diri seseorang telah berhasil menjalin hubungan intensif, sehingga tercipta hubungan yang akrab dengan pacarnya. Seorang pacar lebuh dianggap lebih dari seorang teman atau sahabat, karena untuk memperoleh seorang pacar, seseorang harus berupaya mengenal pribadi secara mendalam yang ditandai dengan unsure saling percaya, menghargai, dan menerima antara satu dengan yang lainnya. Mereka yang telah mempunyai seorang pacar, akan memperoleh pengakuan social dalam lingkungan pergaulan social. Ia akan dikenal atau popular, dibandingkan dengan remaja yang lain yang belum mempunyai pacar.

c. Pacaran sebagai proses sosialisasi
Dalam masa pacaran, seorang individu akan dapat bergaul untuk belajar mengenal, menyerap nilai-nilai, norma, etika social dari kelompok social lainnya, sehingga diharapkan ia akan berprilaku sesuai dengan aturan-aturan norma social.

d. Pacaran melibatkan kemampuan untuk bergaul secara intim, terbuka, dan bersedia untuk melayani/membantu individu yang lain jenis.
Dalam masa pacaran, seorang individu dituntut untuk dapat memperhatikan kebutuhan orang yang dicintainya. Sebab mencintai berarti memberi perhatian kepada orang lain, karena orang tersebut sudah sepantasnya ditolong, dibantu, dihargai, dijaga lebih dari orang lain atau teman. Dengan demikian, untuk mewujudkan cintanya terhadap seorang pacar, dengan kesadaran pribadi, seorang individu biasanya rela berkorban baik waktu, tenaga, maupun biaya untuk orang yang dicintainya.

e. Pacaran sebagai penyesuaian normative
Artinya masa ini dapat dipandang sebagai masa persiapan untuk menguji kemampuan menyalurkan kebutuhan seksual secara normative, terhormat, dan sesuai dengan norma masyarakat. Dalam hal ini, menurut pandangan psikoanalisis Sigmund Freud (Hall, Lindzey dan Champbell, 1998), pacaran merupakan awalsublimasi dari penyaluran kebutuhan seksual secara normative melalui kehidupanyang berbeda jenis kelaminnya.

f. Pacaran sebagai masa sharing: mengekspresikan perasaan, pemikiran, atau pengalaman
Masa pacaran ini akan memberikan kesempatan individu agar berperan sebagai teman untuk berinteraksi maupun membagi berbagai pengalaman, perasaan, pemikiran, atau aktivitas kepada lawan jenisnya (pacar). Dangan demikian, individu dpat mengurangi beban stress, masalah, pribadi dan dapat mengikis sifat-sifat egois pribadi. Dengan pacarlah, seseorang mau mencurahkan beban perasaan, pengalaman secara terbuka tanpa merasa malu. Sebab dia tahu bahwa orang yang dicintai tersebut tidak akan membocorkan rahasianya kepada orang lain.

g. Pacaran sebagai masa pengembangan identitas
Masa pacaran memberikan pengalaman penting yang berpengaruh bagi pembentukan dan pengembangan identitas diri seorang individu. Dalam masa pacaran, seorang remaja dapat memisahkan antara identitas pribadi dengan identitas yang berasal dari kehidupan keluarganya. Seorang remaja dilatih untuk bersikap mandiri dan dewasa dalam menghadapi permasalahan (percek-cokan, pertengkaran, perbedaan pendapat) dengan pacarnya. Dengan keberhasilan menyelesaikan suatu masalah, seorang remaja akan semakin mantap menjalani masa pacarannya. Sebaliknya, yang tidak berhasil dalam mengatasi masalah, cenderung menimbulkan perasaan ragu-ragu, tak percaya diri, pesimis untuk melanjutkan masa pacarannya dengan pacarnya. Bahkan hal itu akan diakhiri dengan perpisahan.

h. Pacaran sebagai masa pemilihan calon pasangan hidup
Artinya masa pacaran ini berfungsi sebagai masa pencarian, pemilihan, dan penentuan calon teman hidup untuk persiapan dalam pernikahan guna membangun rumah tangga baru. Dengan pacaran, seseorang dapat mengenal kelebihan dan kelemahan pacarnya. Apabila ada permasalahan, mereka dapat memecahkan bersama-sama, tanpa memaksakan kehendak secara egois.

ipad

Foto iPad
iPad merupakan gadget teranyar yang dirilis oleh Apple yang berguna sebagai e-Book Reader. Selebihnya iPad juga bisa digunakan untuk mendengarkan musik, bermain gam, nonton film, dan juga mengakses berbagai situs internet, khususnya situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Untuk lebih memperjelas fungsi iPad bagi teman-teman, maka berikut ini sedikit tulisan cuplikan yang didapatkan penulis dari situs detikinet, dimana dengan tulisan berikut mungkin akan memperjelas, sejelas-jelasnya tentang apa itu iPad.

Saat pertama sekali mengenalkan iPad, Steve Jobs menyebutkan gadget ini akan mengisi 'ruang kosong' antara iPhone dan MacBook.

Dari sisi ukuran dan kelengkapan perangkat, iPad memang cocok untuk mengisi ruang tersebut. Ia lebih besar daripada iPhone, namun tak cukup berbobot seperti MacBook (atau laptop lain).

Bagi pengguna Windows atau Linux, sebenarnya sudah ada sebuah gadget yang mengisi ruang tersebut. Gadget ini punya fungsi dasar sebagai 'pelahap konten online', namun juga bisa dipakai bekerja secara terbatas. Namanya adalah Netbook.

Tapi, Netbook tidak sama dengan iPad. Kedua benda itu memiliki terlalu banyak perbedaan untuk bisa dibandingkan secara langsung. Pada prakteknya, Netbook bahkan lebih identik sebagai 'alat kerja' sedangkan iPad sebagai 'alat hiburan'.

Bentuk

Ukuran iPad cukup besar untuk menikmati konten seperti komik digital, halaman web, maupun video. Namun ia tidak terlalu besar sehingga menyulitkan untuk mengoperasikannya dengan satu tangan.

Hanya saja, bobot iPad yang seharusnya 'ringan' itu menjadi cukup berat untuk penggunaan dengan satu tangan di jangka waktu agak lama. Punggungnya yang terbuat dari aluminium pun turut mendukung rasa was-was pengguna: takut iPad-nya terselip dan jatuh!

Performa

Sejauh ini detikINET praktis tidak mengalami gangguan saat menjalankan aplikasi apapun pada iPad. Semua aplikasi bisa berjalan dengan lancar, mulai dari aplikasi untuk iPhone yang dipaksa melar hingga aplikasi yang memang dirancang untuk iPad.

Apple agaknya mengambil keputusan yang tepat dengan membatasi kemampuan multi-tasking pada iPad. Dampaknya, memori pada iPad tidak cepat terbebani oleh berbagai aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Kegunaan

iPad cocok digunakan bagi mereka yang gemar melahap konten. Meski belum sepenuhnya 'siap' untuk hadir di Indonesia, berbagai konten sudah bisa dinikmati lewat iPad. Ini termasuk video di YouTube, berbagai situs online dan juga media massa yang menghadirkan aplikasinya di iPad.

iPad juga cocok digunakan untuk mereka yang gemar bermain game. Pilihan game pada iPad semakin lama semakin banyak, sama seperti iPhone yang makin dilirik oleh para pengembang game dunia.

Bagi mereka yang sudah memiliki notebook dan sebuah iPhone, iPad akan menjadi perangkat tersier yang hanya digunakan pada saat tertentu. Bila akan bepergian, kemungkinan besar iPad yang akan 'dikorbankan' daripada tidak membawa iPhone (atau ponsel lain) dan notebook.

Jadi demikianlah. Bagi pengguna yang yakin bakal gemar melahap konten dan juga mengakses berbagai aplikasi serta game iPad, gadget ini sudah cukup berguna untuk dibeli sekarang (meski belum resmi masuk Indonesia). Namun bagi yang ingin sebuah alat dengan banyak fungsi, sebaiknya menunggu iPad generasi berikutnya.

iPad memang gadget yang cantik, dan punya cukup banyak kegunaan, namun belum bisa dikatakan sebagai sebuah kebutuhan bagi kebanyakan pengguna komputer di Indonesia. Tunggu satu atau dua tahun lagi, terutama jika harganya sudah makin terjangkau, bukan tak mungkin iPad akan selazim notebook atau ponsel.

DAMPAK CLANA JEANS

Katakan “No” untuk Celana Jeans Ketat!

skinny.jpgKadang saya suka iseng untuk memperhatikan mode pakaian yang sedang nge-trend. Mode berpakaian sungguh obyek pengamatan yang menarik. Penyebaran mode dewasa ini memang sangat cepat, karena didukung kemudahan akses informasi, baik media cetak maupun elektronik. Yang menjadi perhatian Penulis bukan bagaimana kecepatan penyebaran informasi mode itu sendiri, tetapi yang lebih menarik adalah bagaimana masyarakat kita begitu mudah untuk mengikuti trend mode tanpa syarat.
Mode yang sedang ngetrend di kalangan anak muda Indonesia sekarang ini adalah celana jeans ketat. Jika Anda sedang berjalan-jalan di mal-mal, kampus-kampus atau di jalanan, Anda tak akan kesulitan menemukan muda-mudi memakai celana jenis ketat seperti ini. Kalau untuk laki-laki, celana ini seringnya dikombinasikan dengan celana dalam Boxer, yang sengaja dipertontonkan dengan cara memelorotkan celana panjangnya. Kalau perempuan sih tidak sebrutal itu. Cuma sayangnya perempuan sering mengkombinasikan celana jeans ketat ini dengan kaos oblong yang minim. Akibatnya dengan gerakan sedikit aktif, seperti membungkuk, maka terlihatlah bagian bawah pinggulnya, kadang celana dalamnya juga turut terlihat, yang lebih parah adalah sampai kelihatan belahan pantatnya! Salah satu teman Penulis pernah mengungkapkan kesebalannya. Dia bilang “mending kalo yang makai celana ketat ini memakai celana dalam indah dan memiliki pantat yang mulus. Lha kalo memakai celana dalam yang sudah dekil, kendor dan ditambah pula pantat yang tidak terawat, betul-betul suatu pemandangan yang menjijikkan!”
Ini bukan berarti penulis diskriminatif, bahwa celana ketat ini hanya untuk mereka yang memiliki pantat yang bagus. No! Bagi Penulis celana jenis ini tidak cocok untuk dipakai oleh masyarakat Indonesia, baik yang memiliki pantat yang indah atau tidak. Memang banyak orang yang menolak pemakaian celana ketat dengan berdalih agama dan moralitas. Tapi kalau tidak boleh berdalih atas nama agama dan moralitas, Penulis akan mengulas ketidaksreg-an ini melalui ilmu pasti : Fisika dan Biologi.
Pakaian ketat, secara Fisika, adalah pakaian untuk musim dingin. Dan setahu Penulis, jeans ketat memang biasa di pakai oleh orang-orang yang tinggal di wilayah subtropis (Eropa, Amerika) di musim dingin. Pakaian ketat akan meminimalisasi kontak antara bagian tubuh dengan udara di sekeliling kita. Kontak yang minimal ini akan mengurangi perpindahan kalor dari tubuh manusia dengan udara dingin, sehingga manusia tidak terlalu merasakan efek dari hawa dingin.
Lha kalau celana ketat dipakai di bumi Indonesia yang beriklim tropis akibatnya justru malah merugikan. Udara tropis yang relatif lembab dan panas membuat bagaian tubuh pemakai celana ketat tidak nyaman: gerah, berkeringat. Dan ingat, dari Biologi kita belajar, keadaan tersebut merupakan media yang paling menyenangkan bagi bakteri. Akibatnya pemakai celana jeans ketat lebih mudah terserang penyakit kulit. Alih-alih mau pamer pantat dengan memakai celana ketat malah jadi kudisan! Jadi bagaimana, masih mau memakai celana jeans ketat?

TIPS RAMBUT

TIPS KESEHATAN RAMBUT

Rambut merupakan sebuah mahkota bagi kita. Dalam menjaga rambut agar tetap hitam, berkilau dan kuat ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Ada 3 hal yang penting dalam merawat keindahan rambut diantaranya, kita harus menjaga kesehatan, kebersihan dan selektif dalam memilih kosmetik bagi rambut.
Ada beberapa tips yang mempermudah kita dalam merawat rambut kita, antara lain:
  • Diet ketat : diet ketat dalam pola makan kita dapat berdampak bagi rambut kita, rambut kita akan cepat rontok karena kekurangan zat besi akibat diet yang kita jalani. Disebabkan zat besi yang dikonsumsi bagi rambut terhambat karena diet yang kita lakukan. Karena zat besi diperoleh dari makanan telur, daging, gandum, kacang-kacangan dan sereal. Disarankan untuk makan buah-buahan yang segar untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Karena vitamin C berfungsi dalam penyerapan zat besi.
  • Memotong rambut pendek : Ini berfungsi agar kita lebih mudah untuk menjaga kebersihan kulit kepala. Bagi para perempuan  jangan malu dengan model rambut pendek, karena banyak perempuan sekarang memilih model rambut menjadi pendek. Dan jangan khawatir dalam pemotongan rambut secara teratur karena tidak akan membuat rambut kita lebih cepat tumbuh.
  • Yang Membuat Rambut Rusak : Meskipun kulit kepala kita cukup kuat dan bisa bertahan pada perlakuan keras, toh ia akan rusak juga akibat terlalu banyak penggunaan bahan kimia, pewarna rambut dan pijatan. Ketahanan rambut setiap orang terhadap penggunaan bahan kimia pada kosmetik rambut berbeda-beda. Umumnya kulit kepala mengalami alergi akibat pewarnaan yang berakibat radang dan pembengkakan. Untuk menghindari hal ini, sebelum dipakai cobalah dulu pada permukaan tangan. Jika terjadi radang, jangan gunakan pada rambut. Lebih baik konsultasi pada dokter kecantikan agar lebih tahu bahan pewarna yang cocok bagi kulit kepla kita.
Berhati-hatilah dalam menggunakan pewarna rambut yang berbahan hydrogen peroxide. Jika rambut terlalu sering terkena bahan ini, rambut akan menjadi rapuh, kasar dan pecah-pecah.

BIDADARI

 BIDADARI
 
Sore itu aku berjalan2 di tepi sungai, lelah aku setelah seharian bekerja di sawah. Rasanya lega sekali, padi2 yang selama ini kurawat sudah mulai berisi. Kelopak2 itu sudah mulai gemuk dan panjang berulir. Bahkan beberapa hari ini sudah banyak yang mulai merunduk ke tanah, melihat dan mengagumi darimana dia berasal dan mendapatkan penghidupan. Mungkin itu yang dimaksud oleh nenek moyang untuk meniru ilmu padi, semakin berisi tetapi semakin merunduk. Bukan merunduk tidak percaya diri, tetapi merunduk mengagumi Ilahi, sumber segala ilmu dan pengetahuan. Hari sudah mulai gelap, remang2 cahaya lampu dari seberang sungai sudah mulai kulihat. Tiba2 aku melihat bayangan seseorang berambut panjang berjalan menuju sungai, memakai kemben* dan menjinjing keranjang kecil.
 
Langkahnya pelan menjemput air sungai, dan berhenti ketika air telah mencapai ujung atas kembennya. Rambut panjangnya segera diurai dan dia mulai merendamkan dirinya di air sungai yang mulai dingin. Mataku tak berkedip2 sejak tadi, jarak yang memisahkan aku dengannya memang tidak terlalu jauh. Sayup2 kudengar dia menyanyi, detak jantungku berdegup keras, suaranya magis, apalagi didukung oleh suasana sore yang terhiasi oleh jingga cakrawala. Putri2 kraton yang tertulis di lontar2 Majapahit yang katanya cantik nan gemulai itu aku belum pernah melihatnya, tapi sepertinya yang didepan mataku ini tak kalah indah dengan putri2 itu, hanya saja kecantikan dan gemulainya tidak tertulis di lontar, tapi tertulis di alam, dengan tinta2 sang cakrawala. Dia berputar2, bermain air, terkadang menyelam, mengambil pasir halus dari dasar, dan diusapkannya di seluruh badannya.
 
Rupanya dia sadar sejak tadi ada mata yang mengagumi geraknya, dan mulai menatap balik ke arahku. Aku menjadi kikuk, dan kulambaikan tangan ke arahnya. Dia juga melambaikan tangan ke arahku, sambil tak henti2nya masih bernyanyi2 kecil. Dia melambaikan tangan lagi, mengajakku untuk turun mandi. Walaupun dingin, kupaksakan diri juga untuk mengakrabkan diriku dengan air sungai. Aku berenang ke seberang, menelusuri riak2 air yang memancarkan aroma2 eksotis. Bayang wajahnya semakin jelas,dan suara nyanyiannya semakin keras terdengar. Wajahnya bulat, dengan pandangan tajam berwarna biru. Ternyata dia menyanyi Asmaradahana, tembang2 ritmis tentang cinta seorang anak manusia. Dia sudah mulai nakal melempar2kan air ke mukaku, sambil tertawa2 renyah, akupun membalasnya. Kami tertawa2, akrab seakan telah bersatu di kehidupan sebelumnya. Reinkarnasi kedua yang tinggal melanjutkan saja. Hanya aku heran, kenapa aku baru bertemu dia sekarang, bukankah dia adalah salah satu penduduk desa seberang. Dia tertawa lagi, tertawa lagi, kadang kuberanikan diri memandang tepat lurus ke wajahnya, saat itulah dia berhenti tertawa, dia tersenyum, senyum yang bukan berasal dari bumi, aku tahu pasti. Dia menyelam, beberapa lama sehingga aku kebingungan di kegelapan, kumenoleh ke kanan kiri untuk mencari sosoknya, tapi tak muncul2 juga. Tiba2 bukkkk.............ada benda serupa pasir menabrak punggungku, aku secepat kilat menoleh, hampir saja wajah kami bertabrakan. Ternyata rambutnya tadi yang menabrak punggungku, dan dia kini tepat beberapa senti di depanku. Begitu dekat hingga aku mendengar nafasnya, seperti angin2 harapan dari oase yang menerjang padang pasir. Dia sendiri sepertinya kaget, tidak menyangka akan menabrak punggungku dari belakang. Aku baru sadar sekarang betapa cantik makhluk yang berada di depanku ini. Rambut panjangnya yang hitam legam sedikit mengkilat oleh sinar rembulan yang sudah mulai mengggantikan tugas sang mentari.
 
" Cantikkkkk......" tiba2 suara serak seorang lelaki membahana dari atas sungai, menimbulkan suara sambung menyambung. Gadis itu langsung beranjak, menuju ke tepian lagi. Tapi dia celingukan, seperti sedang mencari sesuatu. Ah ya, sepertinya dia lupa dimana menaruh keranjang kecilnya, ternyata bidadari bisa juga lupa, aku langsung menghambur ke darat, kucoba mengingat2 dimana dia tadi meletakkan keranjang kecil itu. Sinar rembulan yang tidak begitu terang semakin mempersulit pandangan. Tapi segera kulihat keranjang tadi di balik batu di ujung sana, rupanya karena keasyikan bermain, kita sudah agak jauh dari tempat semula. Aku segera berlari mengambil keranjang kecil dari anyaman bambu itu, dan segera menyerahkan kepadanya.
" Terima kasih ya sudah menemaniku.." dan diapun pergi..............
 
Dua belas purnama sudah aku mengenalnya, dan kehidupanku selalu diwarnai oleh canda dan kisahnya. Jika malam diwarnai rembulan, kami akan selalu pergi ke sungai itu, bermain dan bernyanyi, tersenyum dan tertawa. Dia memang cantik, seperti namanya. Tapi semakin lama aku mengenalnya, kecantikan itu semakin membuatku tergila2. Karena cantik yang terpancar lebih kuat justru dari sikapnya, melebihi kecantikan raganya yang memang sudah luar biasa. Tapi dia selalu mengelak ketika kubilang bahwa dirinya cantik, apalagi kalau kubilang bahwa dia adalah seorang yang sangat cerdas, dia pasti mengalihkan pembicaraan. Apakah dia kira aku nggombal, padahal belum pernah dalam hidupku aku bilang bahwa hobiku nggombal. Hobi yang elitis itu memang tidak pas denganku, aku hanya ingin jujur. Aku hanya bicara apa adanya, tidak mengurangi tidak menambahi.
 
Tapi memang sebenarnya kata2 tak cukup mampu melukiskan keindahannya, tapi aku terus mencoba, walau aku tak tahu apa itu sampai pada tujuannya. Tapi begitulah, aku hanya makhluk biasa, yang bisa terpesona oleh keindahan dan kecantikan, yang bisa menggelepar oleh suara halus dan rayuan. Aku sering mengajaknya untuk bicara tentang masa depan. Bicara tentang langkah2 manusia di bumi, tentang segala tingkah dan perbuatan. Dan diapun menimpali, dengan kata2nya yang lembut, diucapkan dengan yakin. Protes2nya terhadap manusia yang sewenang2 terhadap alam, terhadap keadaan yang membelenggu anak bangsa untuk maju, atau terhadap nada sinis sebagian manusia jika seorang wanita ingin berkarya. Dan kalau keadaan sudah menjadi terlalu serius, kitapun bercanda lagi. Bicara tentang kucing yang hari ini tidak mau makan karena sedang jatuh cinta dengan kucing tetangga, atau tentang anjing yang nakal mengikuti kemanapun tuannya melangkahkan kaki. Tertawa lagi, menertawakan segala yang bisa ditertawakan. Melepaskan segala beban, karena beban kadang memang tak perlu terlalu dipikirkan. Asal sebagai manusia kita sudah melaksanakan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
 
Suatu malam aku bertanya padanya, maukah dia memberikan senyum surgawinya untukku, tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk sepanjang perjalananku menempuh kehidupan. Dia terdiam, menerawang......, dan akhirnya dia bilang dia juga takut kehilanganku.  Lalu kutanya, maukah dia bersama denganku mencari arti dibalik semua ayat2 Tuhan yang tertulis maupun yang tercipta, mengarungi kapal bersama menuju teluk bahagia di ujung sana. Rona wajahnya berubah, dia kelihatan bingung, lama sekali dia terdiam, mengarahkan pandangan ke bumi, seakan menembus dan bertanya kepada bumi akan galaunya, kemudian ke langit, bertanya kepada bintang2 akan risaunya.Di remang2 rembulan, dia membisikkan kepadaku, bahwa dia tak mau mengecewakanku.
" Biarkan aku sendiri beberapa purnama ini...", dan kemudian dia pergi, melewati rumpun2 padi yang kekuningan, dan menyeberangi sungai jernih itu. Pergi ke desanya yang diseberang. Aku hanya bisa terpaku di sini, kejadian itu begitu cepat, sampai aku tidak sempat mengucapkan sepatah kata pun. Aku berteriak2 memanggilnya, tapi suaraku ditelan oleh anggun langkahnya.
 
Dia mungkin belum tahu, bahwa dia tak pernah mengecewakanku, dan tak akan pernah. Karena seperti yang aku bilang dulu ketika aku pertama kali menyatakan bahwa aku cinta padanya, bahwa cintaku apa adanya, kelebihan dan kekurangan itu adalah keniscayaan, bahkan bagi seorang bidadari seperti dia. Tak ada yang mampu memalingkan aku dari cintanya, karena cintaku bukan karena cantiknya, tapi karena kecantikan hatinya. Cintaku bukan pada keluarbiasaannya, tetapi karena usahanya untuk tetap menjadi biasa. Dan aku tahu setiap yang hidup akan beranjak tua, tapi aku yakin kecantikan hatinya abadi. Biarlah semua manusia silau akan aroma harum dan tebaran pesonanya, aku hanya akan mengagumi dia seperti adanya. Beberapa purnama, sungguh waktu yang sangat lama kurasakan. Aku hanya ingin dia kembali lagi, setiap malam yang berhiaskan rembulan bermain bersamaku, biarlah masa depan tetap menjadi masa depan.

tentang persahabatan

Cerpen Tentang Persahabatan
----------------------------

Judul: Arti Persahabatan

Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...

“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.

“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

Kakek Nyeleneh

KAKEK NYELENEH

Di sebuah rumah sakit ternama seorang kakek yg akan menemui ajalnya memohon sesuatu kepada sanak keluarganya untuk yang terakhir kali agar bisa mencium bendera Afganistan, kontan saja suasana seluruh ruangan menjadi gaduh. Keluarga mengeluh, malam2 begini bagaimana cara mendapatkan bendera afganistan yang memang kurang populer dan susah dicari, tetapi ini permintaan terakhir, keluaga harus bisa mengabulkannya degan cara apapun!
Namun akhirnya ada seorang suster yang baik hati memberi solusi. Dengan malu2 ia pun mendekati salah satu anggota keluarga.
Suster : “saya punya bendera afganistan, tetapi saya tattoo di bokong (ma’af pantat) saya!!!”.., suasana pun semakin gaduh. Seluruh keluarga pun berembuk.
Keluarga : “baiklah suster berapapun harganya kami akan bayar, asalkan kakek bisa pergi dgn tenang..ke sisi-NYA”
Dengan perasaan khidmad, haru dan mata yg berkaca-kaca sang kakek mencium bendera Afganistan itu..
Kakek : Dengan suara bergetar…….“suster, berbaliklah saya juga mau cium Osama Bin Ladien..”

jualan cd


  JUALAN CD

Untuk menambah penghasilannya , Bedul merangkap menjadi sales celana dalam (CD).
Pada hari pertamax dia keliling kampung untuk melakukan survei potensi pasar.
Dia menemui beberapa pemuda ; Amin , Jali , dan Prapto.
“Mas berapa celana dalam yang anda punya ? tanya Bedul kepada Amin.
Amin menjawab “Punya dua mas”.
Bedul berkata dalam hati “Ah ini sih bukan target pasar gua, berarti dia pakainya gantian. Satu dipakai , yg satu dicuci”.
Dia lalu bertanya ke Jali yg kelihatannya lebih perlente.
“Saya punya 7 CD. Yang No 1 untuk hari Senin , yg No 2 untuk Selasa , dan seterusnya” Jawab Jali.
“Wah ini baru pasar yg bagus” pikir Bedul.
Kemudian Bedul bertanya kepada pemuda ketiga (Prapto).
“Saya sih punya 12 CD” jawab Prapto.
Bedul sumringah karena dia pikir prospek penjualannya semakin baik.
Bedul lalu bertanya lagi kepada Prapto “Gimana cara pakainya kalau ada 12 CD mas?”
Prapto menjawab “CD nya saya kasih nomor. CD No 1 untuk Januari , CD No 2 untuk Februari , begitu seterusnya sampai Desember”.

Senin, 20 Juni 2011

Demam Togel


“Horeee… aku menang lagi!” Reno girang sampe menggemparkan seisi kantin. Semua mata memandang ke arah Reno yang lagi jejingkrakkan seneng. Tangannya dikepal-kepalkan. Mulutnya bersiul.
“No, lu ngapain sih, kayak orang gila aja?” Bahtiar yang baru beres ngunyah bala-bala menatap Reno.
“Udah, lu gua traktir deh hari ini. Pokoknya lu pade musti ikut bahagia dengan kesuksesan gua..” Reno tetep jejingkrakan. Sekarang sambil tertawa ngakak. Anak-anak yang lain masih belum ngeh dengan maksud Reno. Cuma Dion yang paham kenapa Reno begitu girang.
“No, lu menang togel lagi ya? Hebat lu..” Dion buka suara.
“He..he..he.. lumayan buat nraktir lu pade,” Reno bangga sambil ngabsen temen-teman gengnya.
“Wah, kalo gitu gue mau dong ditraktir. Mumpung ada juragan. He..he..he..” Jody yang dari tadi cuek mulai tertarik. Yang lain mengamini sambil mengacak-ngacak Rambut Reno yang kriting abis.
Bang Sanwani yang dari tadi sibuk ngelayani pembeli mulai melirik Reno.
“Eh, lu masih pada sekolah udah doyan judi ye..” Bang Sanwani nasihatin.
“Ini bukan judi Bang Sanwani. Tapi bagaimana bisa mengutak-atik angka dengan jitu,” Reno kembali ngakak diringi tawa teman-temannya.
Bang Sanwani cuma geleng-geleng kepala. “Moga aja anak gue nggak kayak anak-anak ini. Dinasihatin malah ngelawan. Ngeles” harapnya dalam hati.
Reno, Bahtiar, Dion, Awang, Jody, Gembol, dan Aben barengan joget-joget sambil menirukan gaya penari Asereje. Mereka menikmati kesuksesan Reno memenangkan undian togel. Jumlahnya cukup lumayan, Reno mengantungi 60 ribu perak. Reno juga nyesel, sebab doi cuma masang dua nomor dengan uang seribu perak. Coba kalo uang yang buat masang nomor togel lebih dari itu. Bisa kayak mendadak.
“Bang Sanwani… puter musik dong. Ikutan merayakan kesuksesan Reno,” pinta Gembol sambil mulutnya sibuk mengunyah bala-bala.
Bang Sanwani bingung. Abisnya, kalo nggak mau takut kenapa-napa. Jelek-jelek juga mereka adalah pelanggan tetapnya makan di kantin miliknya itu.
“Ayo Bang, jangan bengong aja..” Jody ngomporin.
Bang Sanwani akhirnya nurut juga, mini compo kelas murahan itu distel. Karena Bang Sanwani nggak punya lagu Asereje, akhirnya diputerlah laguGoyang Dombret. Karuan aja, baru beberepa detik diputer Reno dan Bahtiar protes.
“Waduh, masak lagunya Goyang Dombret Bang?” Reno melotot.
“Iya tuh, nih punya gua aja. Lagunya Kristina, Jatuh-Bangun,” Aben ngasih alternatif.
“Wackss sama aja atuh. Nanti malah tambah bikin kriting rambut Reno,” Jody ngeledekin sambil ketawa ngakak.
“Sudah..Sudah… kalo mau ribut di luar kantin aja. Pembeli lain nanti malah males masuk ke kantin,” suara Bang Sanwani dengan nada tinggi mengagetkan Reno Cs.
“Huuuh…payah. Baru segitu aja Bang Sanwani udah marah. Payeh lu Bang!” Dion menggerutu sambil keluar kantin disusul kawan-kawannya.
“Hey.. bayar dulu dong…!” Bang Sanwani melotot.
“Tuh, Reno yang lu tagih. Kan kita-kita ditraktir Reno..” Dion menujuk Reno dan diamini sama yang lain.
“Oke deh. Gua semua yang bayar. Jangan bawel. Berapa?” Reno melotot sambil mengeluarkan duit lembaran bergambar Ki Hadjar Dewantoro dan menyodorkannya ke Bang Sanwani.
“Jangan masang togel lagi No..” Bang Sanwani ngingetin Reno saat anak kelas 2 itu keluar dari kantin.
“Cerewet amat sih lu,” Reno mendelik. Melangkah lebar menuju kawan-kawan gengnya. Bang sanwani kembali geleng-geleng kepala sambil mengurut dada.
***
Saat jam istirahat, Ogi dan Jamil lagi sibuk mengganti isi mading rohis di masjid sekolahnya. Mengisinya dengan sajian yang baru; artikel, tips, dan beragam pengumuman untuk waktu seminggu ke depan. Salah satunya mengangkat tentang judi togel yang mulai meresahkan.
“Mil, kabarnya sekarang lagi marak judi togel ya?” Ogi basa-basi sambil menata kertas di atas styroform.
“Aku dengar dari Koko juga begitu,” komentar Jamil. Tangannya terampil melipat kertas untuk mempercantik tampilan mading.
“Banyak juga lho anak SMU yang doyan masang…” Jamil menambahkan. Matanya menatap sebentar ke arah Ogi.
“Anak sini ada nggak yang suka masang?” Ogi ngelirik Jamil. Jamil cuma ngangkat bahu sedikit dan melanjutkan perkerjaannya.
Nggak nyampe setengah jam, mading rohis itu udah sesak dengan tulisan dan hiasan. Siap dibaca sama anak-anak.
Sementara di pinggir lapangan basket, Reno Cs sedang asyik ngegodain anak cewek kelas satu yang lagi main basket. Jody mulai masuk ke lapangan. Tangannya gesit meraih bola. Karuan aja anak cewek yang lagi asyik ngeluarin keringat itu protes berat. Jody dikejar, dikerubutin dan ditimpukin. Bukannya marah, Jody malah ngakak karena merasa berhasil ngejailin. Bola cepet-cepet dilempar ke arah Aben. Sigap. Dua orang anak cewek itu nggak terima. Buru-buru ngejar ke arah Aben. Sia-sia. Karena bola keburu dilempar ke arah Gembol. Anak berbadan bongsor itu cengengesan sambil menimang-nimang bola basket.
“Ayo kalo berani, rebut bola ini,” tantang Gembol sambil senyam-senyum. Tangannya yang kekar memainkan bola itu bak pebasket jempolan. Tangan Gembol benar-benar kekar. Maklum saban hari sering angkat barbel. Gembol suka fitnes? Nggak juga, barbel yang diangkat gembol adalah istilah keren dari barang belanjaan. Soalnya, saban hari Gembol selalu angkat barang belanjaan emaknya dari pasar. Anak-anak cewek kelas satu itu kelihatan frustasi. Mereka meninggalkan lapangan dengan muka ditekuk.
“Udah bro… jangan terlalu serius ngejailin anak cewek!” Reno ngingetin teman-temannya.
Bel masuk berbunyi. Semua siswa menyerbu masuk ke kelas masing-masing. Reno Cs juga bergerombol memasuki kelas masing-masing. Di tempat parkir Jody celingukan sambil menarik lengan Bahtiar.
“Tiar, ini mobil Pak Kusman, kita gembosin bannya yuk?” Jody timbul niat jahatnya.
“Jangan ah, kasihan. Killer-killer kan guru kita juga,” Bahtiar mengingatkan.
“Ah persetan, gua udah kepalang sakit hati. Gua malu dituduh bodoh. Kamu inget kan waktu aku nggak bisa ngerjain soal termodinamika?” Jody melotot.
“Tapi itu memang salahmu karena nggak bisa ngerjain..” Bahtiar malah ngeledekin.
“Heh, ngapain lu pade?” Reno tiba-tiba berdiri di hadapan dua orang temannya.
“Gua mau gembosin mobil si killer ini, No” Jody keukeuh.
“Nggak usah digembosin, Jod. Di jalan juga bakalan mogok. Tahu nggak lu, nih mobil semuanya bunyi kecuali klakson,” Reno ngomong sekenanya sambil ngakak. Ngeloyor meninggalkan Jody dan Bahtiar.
“Bener juga ya..?” Jody dan Bahtiar saling berpandangan. Terus ngakak juga.
***
Judi togel kian marak. Berkembang biak dengan cepat. Diminati berbagai kalangan; abang-abang becak, supir angkot, pengamen, tukang ojek, pedagang sayur, pekerja pabrik, pegawai kantoran, bahkan ada guru, ibu rumah-tangga, pelajar, sampe mahasiswa. Semua demam judi togel. Jutaan rupiah uang melayang tiap harinya. Mungkin lebih. Togel menjual mimpi-mimpi indah menjadi konglomerat dadakan. Banyak orang yang kehilangan akal warasnya dengan menggadaikan hasil jerih payahnya menguras tenaga dan keringat untuk membeli kupon-kupon togel. Jaman edan memang.
Pagi tadi Ogi membaca artikel di sebuah harian ibukota tentang maraknya judi togel di kalangan masyarakat bawah ibukota.
“Gila!” Ogi menelan ludah dan setengah nggak percaya saat membaca hasil investigasi wartawan harian ibukota itu.
“Mil, nih coba baca…” Ogi menyodorkan koran ke Jamil yang lagi asyik dengan hitung-hitungan kalkulus. PR yang diberikan Pak Mardi guru matematikanya.
“Sori, Gi, aku lagi serius neh. Bentar lagi Pak Mardi dateng. Mana PR-ku belum beres lagi. Ada berita apa sih?” Jamil nggak menoleh. Tangannya sibuk menggerakkan pensil mengutak-atik angka-angka itu.
“Tentang togel,” Ogi membuka-buka lembaran lainnya dari koran tersebut.
“Jika benar kenyataannya seperti ini, berarti uang yang beredar di judi togel saja semalam bisa milyaran rupiah,” Ogi menghela nafas panjang. Prihatin. Jamil sih asyik aja ngerjain hitung-hitungan kalkulus.
Togel lagi merajalela. Hasil penelitian sebuah LSM yang dikutip koran tersebut menyatakan, bahwa hampir separo penduduk miskin ibukota menjadi pelanggan tetap judi togel. Menurut hasil survei tersebut, jumlah penduduk miskin Jakarta sekitar 6 juta orang. Lha, kalo yang tiga juta orang itu masang nomor hokinya rata-rata lima ribu perak, berarti 15 miliar rupiah uang itu bermuara ke para bandar. Jumlah yang nggak sedikit. Justru di tengah kondisi ekonomi yang sedang morat-marit.
“Asyik… gua berhasil lagi!” suara Reno bergema memenuhi kelas. Anak-anak yang lain menengok ke arah Reno. Jamil dan Ogi juga tergoda melihat ke arah Reno.
“Reno menang togel. Ayo yang mau ditraktir mendaftarkan diri segera kepada Bos Gembol sebagai asistennya Reno,” Gembol ngasih woro-woro diamini teman gengnya. Mereka tertawa dalam suka.
Ogi mendekat ke arah Reno yang lagi dipuja-puja gengnya bak pahlawan menang perang.
“Gi, mau daftar paling dulu ya?” Gembol sigap. Tapi Ogi menterjemahkan omongan Gembol sebagai ejekan belaka. Ia tetap diam. Menatap satu per satu teman sekelasnya itu.
“Reno juga mau nyumbang buat dana kegiatan rohis Gi,” Bahtiar menimpali dambil mengipas-ngipaskan beberapa uang lembaran bergambar WR Soepratman sambil ketawa-ketawa ngejek. Karuan aja Ogi mendelik. Ogi menarik kerah baju Bahtiar. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut Ogi. Matanya tajam menatap Bahtiar, seperti hendak mengulitinya.
“Tenang Gi. Tenang..” Jamil berlari ke arah Ogi dan Bahtiar. Suasana kian tegang, ketika Reno dan Jody tiba-tiba nimpukin Ogi. Anak puteri yang jejeritan, sebagian lagi keluar kelas. Rupanya mau memanggil guru. Jamil segera melerai. Nggak lama kemudian…
“Apa-apaan ini?” suara Pak Kusman menganggaetkan anak-anak.
Ogi, Jamil, Bahtiar, Gembol, dan Reno diam. Pak Kusman mendekat.
“Kenapa berantem di kelas?” Pak Kusman memandangi wajah mereka.
“Bahtiar menyinggung saya Pak?” Ogi ngasih alasan.
“Saya sudah kesal dengan anak-anak rohis yang selalu ngerecokin urusan orang, Pak” Reno mencoba membela diri. Matanya menatap tajam wajah Ogi.
“Kalian ke kantor guru. Cepat!” Pak Kusman tak kompromi.
Di kantor guru.
“Jadi kamu sering main judi togel?” Pak Kusman setengah kaget begitu Reno mengaku sering melakukan permainan judi itu.
“Iseng aja Pak..” Reno singkat.
“Tahu nggak kamu. Judi itu bikin malas,”
“Tapi saya nggak begitu, Pak. Saya rajin sekolah, “Reno polos.
“Sekarang belum. Tapi nanti jika sudah nyandu,” cecar Pak Kusman.
Reno dan Bahtiar diam. Keduanya menoleh ke arah Ogi dan Jamil. Ogi dan Jamil balas menatap.
“Tapi Pak..” Reno mencoba angkat bicara, tapi cepat dipotong Pak Kusman.
“Tak ada tapi-tapian. Judi bikin ketagihan. Kalo kamu sudah menang sekali. Pengennya terus masang. Kamu akan dibuat penasaran. Kamu jadi hamba togel,” cerocos guru yang terkenal killer itu.
“Reno, jika kamu tak menghentikan kebiasaan burukmu, terpaksa saya melaporkan ke orangtuamu,”
“Jangan Pak, bapak saya bisa marah,” Reno ketakutan.
“Janji..?” Pak Kusman menekan.
Reno menganggukkan kepalanya. Urusan dianggap selesai.
Besoknya, ternyata Reno mengingkari janjinya. Ketakutan di hadapan Pak Kusman itu hanya sandiwara. Buktinya, ketika gabung dengan Gembol, Aben, Jody, Bahtiar, Awang, dan Dion, Reno kembali masang togel. Apalagi udah merasa akan selalu menang. Reno makin kesetanan saat dikomporin gengnya. Hampir tiap hari Reno memasang nomor-nomor yang diyakininya membawa hoki. Kalah. Reno makin bernafsu. Masang. Tapi kalah lagi. Terus dan terus. Di sekolah, Reno jadi rajin ngutang ke Bang Sanwani, bahkan rela malakin anak-anak kelas satu. Hasilnya, langsung dipake masang judi togel.
Gawat, Reno makin tak terkendali. Dan sialnya, Reno selalu kecebur, alias kagak menang. Penasaran, lalu kembali membeli kupon togel. Ia masih berharap, hari esok masih berpihak kepadanya, masih menjadi miliknya. Sayang, semua impiannya tak pernah menjadi kenyataan. Togel sudah membius akal sehatnya hingga membuat Reno lupa diri.
Kabar terakhir, anak-anak dibikin geger dengan berita di harian khusus kriminalitas, bahwa Reno, anak SMU Jingga, dibekuk petugas keamanan saat melakukan upaya penodongan terhadap seorang anak SMP. Lebih menyakitkan lagi, Reno mengaku ia sudah ketagihan untuk selalu masang nomor di arena judi togel. Saat tak punya uang, ia terpaksa melakukan penodongan. Celaka dua belas.[]

Jumat, 17 Juni 2011

MODERN GIRL'S

Ayesh tiba-tiba datang padaku (dan teman-teman lain) dan bilang kalau dia baru dikasih tau sama temennya tentang ciri-ciri Cewek Masa Kini.
Tentu saja (hampir) semua orang tau tentang 3B yang katanya harus dimiliki oleh para wanita ya...
3B = Brain, Beauty, Behaviour.
Kata Ayesh (melalui temannya), sekarang ada kriteria baru yang WAJIB dimiliki oleh Cewek Masa Kini. Kriteria baru ini selanjutnya akan dikenal dengan 5B.


1. BlackBerry
Well, D'OH!!! BlackBerry adalah alat gaul wajib zaman sekarang.
khusus buat cewek-cewek, BlackBerry yang paling OKE, gak lain dan gak bukan adalah BlackBerry Javelin, yang kamera-nya paling bagus, jadi bisa foto-foto dimana-mana dan langsung di-upload ke facebook. LOL



2. Belah Tengah

Gak ngerti juga kenapa rambut Belah Tengah bisa jadi nge-trend lagi bagi Cewek Masa Kini...
Pokoknya, rambut dengan gaya gini tuh jadi tatanan rambut wajib deh. Apalagi kalau ketiup angin, trus langsung dikebelakangin pake tangan. Ngeliatnya juga gaya.




3. Behel
Alias kawat gigi.
Ini sih udah tren dari lama ya.
dari ibu-ibu sampai anak SD aja rebutan buat pakai behel biar gaya.

4. Blonde
Nah, yang ini agak ambigu.
di Indonesia kan gak ada ya cewek-cewek yang berambut pirang, kecuali para BUCERI (BUle CElup sendiRI).
Jadi, kami mengasumsikan blonde ini diartikan sebagai BLOON.
seperti generalisasi yang dilakukan oleh orang-orang di Amerika Serikat sana, biasanya yang berambut pirang itu, agak-agak BLOON.
Kasian ya? kalau mau jadi Cewek Masa Kini harus Blonde atau BLOON dulu... hehehe!


5. Beda
ini juga parameter yang agak ambigu. soalnya BEDA ini bisa dibandingkan sama siapa? atau beda sama apa?
Akhirnya disimpulkan bahwa Beda disini berarti bahwa Cewek Masa Kini itu merasa dirinya berBEDA sama cewek-cewek lain, padahal mereka gak nyadar aja kalau mereka gak ada BEDAnya sama cewek-cewek lainnya.


Itulah 5B yang menjadi persyaratan bagi para cewek agar bisa mendapat gelar Cewek Masa Kini.

SUMBER : http://namakualien.blogspot.com/2009/12/cewek-masa-kini.html

Minggu, 12 Juni 2011

woro-woro ya ...

Selamat datang & terima kasih kamu telah mengunjungi blog ku, blog ini berisi cerita & kisah pribadi, perjalanan hidupku, puisi, coret coretanku & apapun tentang diriku & aku akan sangat ber terima kasih jika kamu bersedia memberi komentar, saran ataupun kritikan.


ok...... silahkan menikmati blog ku.
salam .....